MERESAPI KEBAHAGIAAN SEORANG PENGGEMAR ARSENAL Hari minggu pagi yang cerah di pertengahan tahun 2004, seorang anak kecil berusia 8 tahun sedang asyik menonton televisi. Anak itu mencari kartun, kesukaan yang lazim bagi anak seusianya. Namun dia terkesima pada salah satu channel yang menayangkan pertandingan sepak bola. Dia heran, pemain bernomor punggung 14 disertai nama Henry selalu disorot kamera. Entah mengapa, mulai saat itu juga dia mengidolakan klub yang dibela pemain tersebut, yaitu Arsenal. Seiring berjalannya waktu, sang bocah mengetahui bahwa pemain tersebut adalah andalan utama Arsenal, terutama dalam urusan mencetak gol. Sang bocah pun semakin mencintai klub asal London Utara tersebut. Ya, anak kecil itu adalah saya sendiri. Saya menyukai Arsenal semenjak saya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Televisi saat itu menyiarkan siaran ulang Liga Primer Inggris saat weekend , sekitar pukul tujuh sampai sembilan pagi. Kemudian saya mengenali pem...